All posts by nilna

Ketika Bicara Pun Sudah Tak Bisa

  • June 22, 2016

Sadarkah Anda, ternyata banyak sekali masalah yang tidak bisa kita ungkapkan dengan berbicara. Tak terkecuali bahkan dalam komunikasi antara anak dan orang tua, suami dan istri.

Entah bagaimana tiba-tiba saja terasa ada hambatan
untuk menutur “sesuatu yang begitu khusus”
bahkan atas nama cinta dan kasih sayang.

Lalu kata-kata itu pun dipendam begitu saja lalu terkubur
dalam alam bawah sadar kita.

Tak jarang juga akhirnya ia menggelora dalam rupa yang begitu rahasia, sebuah “hidden agenda”.

Tetapi anehnya ketika hal itu kita curahkan lewat tulisan,
banyak sekali bongkahan, himpitan dan gelora
batin menyeruak melesat keluar begitu saja.
Jiwa kita terbebaskan dengan keluarnya kata demi kata.

Saya yakin, kita semua pasti punya cerita untuk diungkapkan. Tak peduli kita penulis profesional atau bukan. Bila kita membagi cerita itu dengan sesama, dan akan kita dapati orang-orang begitu semangat membacanya.

Cerita membuat kita bisa menjelajahi perasaan tanpa perlu menghadapi konsekuensi melakukannya. Cerita membantu kita memahami apa artinya menjadi manusia. Sehingga dengan bercerita pula kita menjadi semakin memahami diri sendiri dan keluarga kita.

Belajar menuturkan kisah-kisah yang kita alami, suka ataupun duka, lalu menuliskan impian-impian kita tentang apa saja … tidak saja mampu melenturkan ketegangan otot-otot mental kita. Ia juga bahkan mampu menyembuhkan batin kita. Ia juga akan membuat kita merasa semakin bersemangat dan semakin positif terhadap diri kita.

Psikolog Dr. James W. Pennebaker mengatakan, “Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam kita …menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif dan kesehatan fisik yang lebih baik.

So, menulislah. Ceritakan semua yang ingin anda katakan. Ya, maksud saya sekarang juga ….

Apakah anda sudah jadi “manusia baru”?

Dalam menghadapi iklim perubahan besar sekarang ini, perusahaan memerlukan manusia-manusia baru. Yaitu manusia yang punya sikap mental (attitude) baru dan cara berpikir (mindset) baru.

Sejarah menunjukkan bahwa hampir setiap terobosan yang terjadi di seluruh dunia selalu dimulai dengan menghentikan cara-cara lama, paradigma lama, sikap lama … berubah menuju paradigma baru, sikap baru. Perubahan pada cara melihat, cara mempersepsi, dan cara berpikir atas segala persoalan perusahaan.

jati-diriPerubahan ini terjadi jika ada perubahan pada asumsi-asumsi dasar ataupun keyakinan, perubahan pada nilai-nilai. Inilah yang disebut dengan perubahan budaya. Sehingga dengan budaya baru ini, lahirlah perilaku-perilaku baru, kebiasaan-kebiasaan baru, karya dan inovasi baru. Lalu paa akhirnya melahirkan tata kelola perusahaan yang baru yang kian selaras dengan lingkungan bisnis yang makin kompetitif.Continue reading

Mari kita “melihat” alam ghaib

Para ilmuwan semakin yakin, detail paling halus dalam kosmos memang diliputi kekaburan. Seolah ada tirai pembatas antara pengetahuan manusia dengan hakikat semesta. Ilmu pengetahuan semakin terbukti tak sanggup menembus dunia di balik batas itu.

Bukan apa-apa, memang begitulah cara alam memperlihatkan dirinya pada manusia …!

Dalam konsep ilmu pengetahuan modern dewasa ini, alam semesta dengan segala isinya tersusun dari materi dan energi. Materi (benda) tersusun pula atas partikel-partikel halus yang lazim disebut atom. Sedangkan atom, dapat pula kita bagi atas sebuah inti atom bersama sejumlah elektron pada jarak yang relatif jauh.

Sebetulnya istilah-istilah atom, proton, dan sebagainya, semua hanyalah “model”. Artinya nama-nama tersebut dikaitkan dengan suatu gejala tertentu, sedemikian rupa sehingga dengan model itu para ilmuwan akan lebih mudah bekerja.Continue reading

Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Ada Dimana?

  • March 21, 2015

wikinomicsDesember 2006 lalu, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams meluncurkan sebuah buku yang menghebohkan dunia. Ia jadi pembicaraan di ratusan seminar dan diulas berbagai media massa dunia. Buku itu berjudul Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything.

Dalam buku itu, Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran institusi bisnis maupun sosial akan semakin berkurang dan mendapat tantangan besar dari para individu yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tapscott memberi contoh, bagaimana sebuah institusi bisnis bisa diselamatkan oleh sejumlah individu.Continue reading

Bagaimana Cara Bayi dan Anak-Anak Belajar?

Gordon Dryden & Dr. Jeannette Vos dalam bukunya The Learning Revolution, mengungkapkan fakta-fakta yang sangat mengejutkan.

Saat ini, katanya, berbagai metoda belajar tengah berkembang pesat di seluruh dunia, sehingga setiap anak akan mampu mempelajari apapun secara lebih cepat –sekitar 5 sampai 20 kali lebih cepat– bahkan 10 sampai 100 kali lebih efektif, pada usia berapapun. Metoda-metoda itu ternyata sederhana, mudah dipelajari, menyenangkan, logis – dan terbukti andal.

Inilah beberapa fakta itu. Di Christchurch, Selandia Baru, Michael Tan berhasil lulus ujian matematika tingkat smu pada usia 7 tahun. Dan Stephen Witte, 12 tahun lulus enam ujian beasiswa universitas dan berhasil meraih hadiah fisika dari SMU Papanui, tidak lama setelah diizinkan melompati empat kelas.

Di Alaska, para pelajar di SMU MT. Edgecumbe menjalankan empat perusahaan proyek percontohan. Salah satu proyeknya: ekspor salmon asap ke Jepang senilai us$ 600.000– mereka sekaligus belajar ilmu pemasaran, bisnis, ekonomi dan Bahasa Jepang.Continue reading

Sistem manajemen kualitas Malcolm Baldridge

Bagaimanapun, keunggulan bukanlah kepandaian. Keunggulan adalah semangat yang menguasai kehidupan dan jiwa kita. Keunggulan adalah proses yang tak pernah berakhir yang memberikan kepuasan tersendiri. Keunggulan adalah hasil dari kemampuan belajar kita, kemampuan menanggapi keadaan sekeliling dalam cara-cara yang produktif.

malcolm-baldridge-awardSistem manajemen kualitas MBPE (Malcolm Baldridge Performance Excellence) diperkenalkan dan diterapkan sebagai guideline bagi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang unggul atau excellence dalam era persaingan global ini.

Sistem ini pertama sekali diciptakan oleh US Congress pada tahun 1987 dibawah Public Law 100-107, sebagai penghormatan kepada Malcolm Baldridge, Commerce Department Secretary, yang meninggal dunia pada tahun 1987.

Penghargaan MBNQA (Malcolm Baldridge National Quality Award) diberikan setiap tahun kepada berbagai organisasi dan perusahaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat. Continue reading

Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Penelitian Professor Bloom

bloomBenyamin s. Bloom, professor pendidikan dari Universitas Chicago, menemukan fakta yang cukup mengejutkan yang patut jadi pertimbangan khusus bagi para praktisi pendidikan anak usia dini dan mereka yang berkecimpung dalam pembelajaran paud :

Ternyata 50% dari semua potensi hidup manusia terbentuk ketika kita berada dalam kandungan sampai usia 4 tahun. Lalu 30 % potensi berikutnya terbentuk pada usia 4 – 8 tahun.

Ini berarti 80% potensi dasar manusia terbentuk sebagian besar di rumah, sebelum mulai masuk sekolah.

Akan seperti apa kemampuannya, nilai-nilai hidupnya, kebiasaannya, kepribadiannya dan sikapnya … 80% tergantung pada hasil pendidikan orang tua nya.

Sadar atau tidak. Baik “dibentuk” secara sengaja atau pun tidak sengaja!

Artinya, akan jadi siapa anak kita, bagaimana cara berpikir dan bersikapnya ditentukan sepenuhnya oleh informasi dan pengetahuan apa yang tersimpan di otaknya.

Panca indera adalah pintu masuk yang langsung masuk ke pusat kecerdasan anak.

Apapun yang ia dengar, apapun yang ia lihat, apapun yang ia rasakan, semua langsung tersimpan (terinstall filenya ) di otak anak.

Ia juga belajar tentang sikap dan kepribadian dari orang-orang yang mengasuhnya. Bagaimana ayah ibunya berbicara, apa yang dikatakan, bagaimana ia bereaksi terhadap emosi-emosi tertentu, bagaimana orangtua bereaksi terhadap tekanan amarah, tangisan, dan kerewelan.

Semua bahasa komunikasi anak (dalam bentuk gerakan, tangisan dan kerewelan) adalah alat-alat ia belajar.

GURU PERTAMA ADALAH ORANG TUA

Hal pertama yang langsung kita sadari adalah, sebagai ayah dan ibu, kita adalah guru anak-anak kita. Baik kita melakukannya dengan benar ataupun “nggak sengaja” salah.

Pertanyaan berikutnya, sudah tahukah kita kurikulum apa yang sedang berlangsung pada usia 0 – 4 tahun atau dalam 8 tahun perkembangan pendidikan anak-anak kita?

Ternyata, kebanyakan orang tua tidak punya “kurikulum” pendidikan anak usia dini ini. Tentu tak heran akhirnya kurikulum “alamiah” lah yang diterapkan.

Kurikulum yang akhirnya dipelajari anak-anak kita adalah kurikulum-alamiah yang diciptakan oleh lingkungan tempat kita saat ini hidup dan berada. Lewat program-program di televisi, pergaulan di sekitar rumah kita, juga pergaulan antar penghuni di dalam rumah tangga kita sendiri.

Apa yang “diajarkan” (tanpa sengaja) pada bayi dan anak-anak kita?

Bisa jadi, kalau kita tak awas, secara keilmuan bisa jadi belum ada yang kita ajarkan. Bahkan yang terjadi sebaliknya, banyak sekali hal negatif yang “dipelajari” anak-anak kita dari “menyerap” semua input yang ada di sekitarnya.

Lalu adakah kegiatan-kegiatan pembelajaran yang secara sengaja kita lakukan? By design? Itulah tugas rumah, PR kita semua …

Salah satu ALAT yang bisa digunakan adalah menjadikan kegiatan membaca sebagai salah satu sumber INPUT OTAK ANAK-ANAK kita.

Kosa kata apa yang kita input, akan sangat mempengaruhi mereka. Oleh sebab itulah orang tua sangat-sangat penting memahami CARA BAGAIMANA agar bisa meng-input otak anak-anaknya sesuai dengan cara kerja otak mereka.

Mudah-mudahan ebook belajar membaca dan bahan-bahan atau alat-alat belajar yang kami sediakan untuk anda bisa menjadi salah satu sarana efektif bagi orang tua yang peduli dengan masa depan anak-anaknya.

Di dalam ebook itu akan diberikan cara-cara yang efektif menjadikan kegiatan membaca, bukan hanya untuk BISA MEMBACA, melainkan justru UNTUK INPUT KEPRIBADIAN sekaligus MENGAKTIFKAN OTAK BELAJAR mereka, dengan cara yang tidak akan merusak kesenangan anak terhadap kegiatan tersebut. Bahkan mereka sangat haus, sangat nyaman, sangat alami. Amin …

Silakan klik disini, bagi yang mau mendownloadnya >>

Happy or UnHappy is A Choice

Hidup, selalu berhadapan dengan masalah.
Berani hidup berarti harus berani pula menghadapi macam-macam masalah.

Seorang motivator ulung, Skipp Ross dalam salah satu seminarnya ‘Say Yes To Your Potential’ di Jakarta beberapa tahun lalu menekankan betapa kuatnya pengaruh pikiran terhadap seluruh ‘jiwa’ hidup kita. Termasuk hal-hal yang menyebabkan kita merasa bahagia, merasa sengsara, bakal sukses, ataupun bernasib gagal.

‘Semua itu hanya permainan pikiran kita saja’, katanya. Tergantung bagaimana cara kita ‘menyetel’ pikiran-pikiran kita. Gelombang apa yang kita kirimkan, gelombang apa yang kita terima, kita sendirilah ‘bos’-nya.

Untuk setiap situasi, hanya ada dua kemungkinan yang bakal terjadi. Ada situasi yang bisa kendalikan, ada pula situasi yang tidak bisa kendalikan. Umumnya kejadian-kejadian fisik yang menimpa kita memang tidak bisa kendalikan. Akan tetapi, banyak sekali situasi dimana pikiran kita sendiri bisa mengendalikannya terutama hal-hal yang sifatnya emosional. Misalnya menghadapi masalah, stress terhadap bisnis dan pekerjaan, senang atau menggerutu, puas atau tidak, rasa menerima atau menyesal, semua ini sebetulnya tergantung ‘penyetelan’ pikiran kita. Pilihannya ada di ‘kita’.

Skipp Ross mengatakan, ‘Happy or Unhappy is A Choise’. Merasa bahagia atau merasa sengsara, itu adalah pilihan bebas kita. Tapi yang pasti, adalah jauh lebih bijaksana jika kita (pikiran kita) memilih bahagia. Untuk setiap situasi, secara terus-menerus, setiap jam, setiap hari. Jadi ‘kita’lah yang menentukan. Kita-lah yang memilih.Continue reading

Personality Plus >> Mengenal 4 Sifat Dasar atau Karakter Kepribadian Manusia

Banyak orang ternyata suka bikin rencana. Lalu besoknya bikin lagi. Besoknya bikin lagi. Tapi nggak ada satu pun yang jadi 🙂

Mengapa bisa begitu?

personality-plusFlorence Litteur, penulis buku laris  “Personality Plus” menguraikan, ada 4 sifat dasar atau karakter manusia. Kalau semua sudah dipahami, kita akan sangat terbantu sekali berhubungan dengan berbagai macam karakter atau tipe kepribadian orang lain.

Kita jadi mengerti mengapa seorang suami tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang sebelumnya berantakan kita atur menjadi rapi.

Kita juga akan mudah memahami mengapa seseorang begitu gampang berjanji… dan hebatnya, dengan mudah pula ia lupa,  “Oh ya, saya lupa” katanya sambil tertawa santai.

Kita juga akan mudah mengerti mengapa seorang istri nggak mau dengar sedikitpun pendapat suaminya, tak mau kalah, terus saja mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Apa saja 4 karakter kepribadian tersebut?

Yang pertama, kata Florence adalah tipe kepribadian Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka yang memiliki karakter ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun sifat manusia tipe sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur.

Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia seorang yang punya kepribadian sanguinis. Kemungkinan besar ia memiliki sifat dasar kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa  janji apalagi bikin planning/rencana.

Menariknya, kalau diminta melakukan sesuatu, ia dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.

Lain lagi dengan tipe kepribadian kedua, yang sering disebut karakter melankoli, artinya “Yang Sempurna”. Karakter manusia golongan ini sangat berseberangan dengan tipe sanguinis. Sifat dasarnya cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya manusia dengan tipe kepribadian ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun manusia melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan sudah secara mendalam.

Orang dengan sifat melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang “melankoli” tak ‘kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri melankoli anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi berubah.

Tipe Ketiga, adalah manusia Koleris, artinya “Yang Kuat”.  Mereka dengan tipe kepribadian ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang, bahkan orang tuanya sekalipun. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia suruh melalukan sesuatu untuknya.

Akibat sifatnya yang `bossy’  itu, banyak orang koleris kurang disenangi teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi korban karakternya yang suka ngatur dan tak mau kalah itu.

Akan tetapi karakter koleris ini senang dengan tantangan dan suka petualangan. Mereka merasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua“. Karena itu mereka terlihat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin.

Seorang wanita koleris, bisa jadi mau dan berani diajak naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Ia tak mudah menyerah, tak mudah mengalah.

Beda sekali dengan jenis atau tipe keempat, Phlegmatis,  sang “Pecinta Damai”. Kelompok ini tak suka konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum dengan karakter phlegmatis ini, biasanya kurang bersemangat, kurang teratur dan tampak serba dingin. Cenderung diam, kalem, tapi kalau memecahkan masalah umumnya akan sangat menyenangkan.

Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik. Tapi kalau disuruh mengambil keputusan sendiri, ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis, sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Terkadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan“. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

Mencoba Mengerti Orang Lain

Anda masuk tipe apa? Coba pelajari dan amati istri, suami atau anak-anak anda, apa karakter mereka?Anda akan mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda bertingkah laku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.

Ya, tapi apakah persis begitu? Tentu saja tidak. Florence Litteur, berdasarkan penelitiannya bertahun-tahun telah melihat bahwa ternyata 4 sifat dasar manusia itu pada hakikatnya juga dimiliki oleh setiap manusia. Yang berbeda hanyalah kadarnya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak karakter manusia.

Ada orang yang tergolong Koleris Sanguinis. Artinya kedua watak itu dominan dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris sanguinis ini. Ia suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).

Ada pula golongan Koleris Melankolis. Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, kaku, suka mengatur, tak mau kalah dan kalau bicara kadang kerasa agak menyakitkan (walau mungkin sebetulnya ia tak bermaksud begitu).

Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam. Sehingga serasa diintrogasi, sebab memang ia ingin kondisi sempurna, mengetahui secara lengkap dan mendalam. Menghadapi orang koleris melankolik, anda harus fahami saja sifatnya yang memang begitu lalu sedikit naikkan tingkat kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, walau tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.

Lain lagi dengan kaum Phlegmatis Melankolis. Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat… semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.

Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita.

Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha memaafkan pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.

Begitu pula saat menerima calon pegawai. Untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, jauh lebih baik anda tempatkan orang-orang yang melankolik sempurna.

Sedang di bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu jauh lebih tepat anda tempatkan orang-orang koleris sanguinis. Tapi jangan coba posisikan orang-orang phlegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan. Hasilnya mungkin akan mengecewakan.

Begitulah, manusia memang sangat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik?

Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa manusia sanguinis, dunia ini akan sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.

Yang penting bukan mana yang terbaik. Sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill).

Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain (memiliki people skill), ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukan segera. Ia pun jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai goal-nya, atau membakar sang phlegmatis agar segera bertindak saat itu juga.

“Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)

penulis: Nilna Iqbal

Pengaruh dan Bahaya Televisi Pada Otak Bawah Sadar Anak

  • February 14, 2015

bahaya televisiSejak dulu saya suka nonton TV. Bahkan tergolong keranjingan. Bisa begadang sampai sangat larut malam. Tapi sejak 14 tahun terakhir, terutama sejak anak saya Azkia dan Luqman hadir di rumah kami, secara sengaja kami memutuskan untuk tidak lagi punya TV. Dan itu berlangsung sampai hari ini.

Alhamdulillah rasanya nyaman sekali. Ada banyak manfaat yang kami rasakan sejak kami tidak lagi memiliki televisi.

Hal pertama dan utama yang kami rasakan manfaatnya adalah anak-anak kami sedikit terlindungi dari INPUT-INPUT NEGATIF yang masuk ke “bawah sadar” mereka.

Sebagaimana kita ketahui, JATI DIRI MANUSIA atau JIWA MANUSIA dibentuk salah satunya oleh INPUT-INPUT yang masuk ke dalam dirinya. Khususnya yang perlu diwaspadai adalah INPUT yang masuk ke otak
bawah sadarnya.

Apapun input yang masuk ke bawah sadar seseorang, akan 100% masuk tanpa saringan (ingat salah satu karakter utama bawah sadar adalah tidak kritis). Apalagi jika input itu masuk SECARA BERULANG dan TANPA SARINGAN PIKIRAN. Cocok sekali dengan keadaan yang tersedia lewat media TV.

Apapun yang dilihat dan didengar anak lewat televisi, maka 100% akan masuk ke otak bawah sadarnya. Tanpa saringan dari otak sadar sama sekali. Lihatlah mata anak anda ketika mereka nonton TV. Kedipan matanya lebih lama dan fokus melakukan SCANNING atas apapun yang sedang ia lihat/dengar. Ditambah lagi dengan bantuan musik/audio yang menggugah gelombang otak untuk terus merekam nya.

Jika acara televisi tsb bagus, tentu akan luar biasa dampaknya bagi pertumbuhan jiwa anak-anak kita. Namun sayangnya, CONTENT dan AKHLAK yang ditampilkan di TV saat ini cenderung negatif, terutama sebagian MUSIK dan FILM nya.

Kita perlu berhati-hati, bahkan termasuk kategori film anak-anak. Sekalipun tontonan itu ditujukan khusus untuk pemirsa kanak-kanak, jika kita bersikap kritis, nyata sekali sesungguhnya KATA-KATA NEGATIF dan UNGKAPAN-UNGKAPAN NEGATIF banyak sekali. Dan pada akhirnya, kata-kata itulah yang MEREKA TIRU.

Belum lagi dari segi CONTENT nya atau ISI nya. Sungguh sangat mengkhawatirkan!

Saya percaya, file-file atau data-data negatif yang masuk ke “server database” otak bawah sadar mereka, adalah BAHAN BAKU JATI DIRI MEREKA, yang akan MEMBENTUK SIKAP, KEBIASAAN dan PERILAKU MEREKA.

Tentu kita perlu melindungi JIWA dan OTAK anak-anak kita bukan?

Okey…

Hal lain yang juga saya rasakan sekali manfaatnya terutama bagi diri saya pribadi adalah OTAK TERASA LEBIH SEHAT. Saya bisa merasakan bedanya dibandingkan ketika dulu saya aktif di depan TV.

Saya percaya INPUT-INPUT yang masuk ke OTAK ibarat MAKANAN. Jika yang saya masukkan (walaupun tanpa sengaja) adalah input-input negatif, maka ia akan TERINSTALL ke dalam OTAK lalu berfungsi secara negatif. Hasilnya kita cenderung bereaksi menghadapi banyak hal secara negatif. Kita jadi mudah berpikir negatif, mudah putus asa, mudah stress, dan berbagai reaksi negatif lainnya.

Oleh sebab itu, alangkah lebih bijaksana jika kita MELINDUNGI OTAK KITA dari hal-hal negatif dan atau dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

Ya. MAKANAN yang paling baik bagi OTAK kita adalah MAKANAN positif yang sesuai dengan fitrah nya. Isilah OTAK kita dan otak anak kita dengan PENGETAHUAN, misalnya dengan buku-buku yang lebih membangun JIWA kita. Jika pun akan kita akan isi dengan hiburan, toh sebenarnya saat ini ‘kan sudah banyak sekali film-film hiburan yang lebih sehat
dan lebih mendidik ruhani kita.

Gimana menurut Anda?

1 2 3 17