msgbartop
msgbarbottom
02 Nov 08

Editor Dalam Baskom

oleh Bambang Trim

Peran editor dalam dunia perbukuan di Indonesia sudah tidak dapat dikesampingkan lagi. Sebelumnya pada tahun 80-an, peran editor belumlah begitu dilirik. Para penerbit masih mengandalkan penulis untuk ikut berkontribusi memeriksa naskahnya sebagai editor maupun sekadar korektor (proofreader). Barulah pada pertengahan 90-an, editor benar-benar dianggap harus ada dan keberadaannya dibutuhkan karena makin maraknya dunia perbukuan Indonesia serta kesadaran akan peningkatan kualitas buku.

Popularitas editor yang terkerek naik juga tidak dimungkiri karena andil berdirinya Program Studi D3 Editing di Unpad pada 1988 dan diikuti Polikteknik Negeri Jakarta (dahulu Poltek UI) yang membuka program penerbitan. Para lulusannya berkiprah di beberapa penerbit besar dan menyuntikkan pemahaman baru tentang editologi serta ilmu penerbitan.

Lalu, bagaimana dengan penghasilan para editor? Saya termasuk editor yang merintis karier pada pertengahan 90-an. Sungguh gaji editor saat itu tidak begitu jauh dengan gaji staf lainnya. Sebelum krisis, editor bergaji antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu dalam pasaran Bandung dan Jakarta. Pascakrisis tahun 2000-an, gaji editor ikut terangkat naik antara Rp800 ribu hingga kemudian peningkatan skill dan bargaining position yang semakin kuat, editor pemula bisa masuk dalam baskom alias barisan satu koma. Gaji editor pemula dimulakan dengan angka Rp1,1 juta hingga Rp1,5 juta untuk saat ini. Para senior editor ataupun managing editor kini bisa mengantongi gaji Rp2 juta hingga Rp5 juta untuk pasaran Bandung dan Jakarta. (more…)

Tags: ,

12 Aug 08

Memanfaatkan “Mengikat Makna” untuk Menulis Karya Ilmiah, Mungkinkah?

Oleh Hernowo | www.mizan.com

Anda harus menulis dan menyingkirkan sekian banyak materi sampah sebelum Anda akhirnya merasakan suasana yang nyaman.” Ray Bradbury

Ketika sesi tanya-jawab di acara Seminar Nasional “Menjadi Kaya dengan Menulis” berlangsung, ada dua pertanyaan menarik yang ditujukan kepada saya. Gara-gara saya dipanelkan dengan pembicara lain yang membahas bagaimana menulis karya ilmiah, materi yang saya presentasikan menjadi seperti bertentangan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara lain tersebut. Dikarenakan tampak bertentangan itulah, akhirnya, muncul dua pertanyaan menarik tersebut.

Pertanyaan pertama terkait dengan judul tulisan saya ini. ”Apakah kiat-kiat menulis yang saya tawarkan dapat digunakan untuk menulis karya ilmiah?” Saya memahami sekali pertanyaan ini karena kiat-kiat saya seperti tak memiliki kerangka disiplin yang jelas, sementara menulis karya ilmiah perlu kerangka formal yang benar-benar sangat jelas.

Pertanyaan kedua masih nyambung dengan pertanyaan pertama, meski tak langsung, yaitu tentang terkesannya materi yang saya sampaikan bertentangan dengan materi pembicara kedua yang sepanel dengan saya. Saya menganjurkan menulis bebas, sementara pembicara kedua—karena menjelaskan bagaimana menulis karya ilmiah—sebaliknya, yaitu menganjurkan menulis karya ilmiah dengan beberapa aturan yang sudah disepakati oleh kalangan akademisi.

Apa jawaban saya?

Apa Sih Menulis Itu?
Saya menegaskan bahwa materi yang saya sampaikan tidak bertentangan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara kedua. Ketika ada dua orang sedang menjalankan kegiatan menulis—yang satu menulis karya ilmiah, sementara yang satunya menulis bukan karya ilmiah—kondisinya sama. Artinya, kedua orang itu sama-sama menggunakan alat-alat tulis yang tidak berbeda, seperti komputer (laptop), mesin ketik, atau alat-alat tulis lain. Kemudian, pada intinya, menulis itu—sekali lagi apa pun jenis tulisan yang ditulis seseorang—adalah kegiatan merangkai huruf menjadi kata, kalimat, paragraf yang terstruktur dan punya makna. (more…)

Tags: , , , , ,

15 Jul 08

Menulis Surat Pembaca

Kolom Surat Pembaca di media koran atau majalah menjadi peluang bagi kita untuk berkomentar seputar berita hangat atau opini yang dimuat dalam sebuah media terkait.

Petunjuk dan aturan berikut umum berlaku pada sebagian besar media massa:

  • isi padat dan singkat (sekitar 250 kata atau kurang)
  • biodata harus jelas dan lengkap. Seperti nama lengkap, alamat rumah, dan nomor telpon.
  • tidak memakai attachment. Tulis langsung dalam email.
  • di subject email tulis “Surat Pembaca”.
  • media berhak untuk mengedit, menyingkat atau menolak surat Anda.
  • Surat Anda harus eksklusif pada satu media. Jangan dikirim ke media lain kecuali kalau jelas di media tsb.
  • Sebagian media seperti KOMPAS biasanya mengontak Anda (via email) apabila tulisan Anda ditolak.
  • Surat terbuka yg ditujukan ke pihak ketiga, misalnya ke perusahaan atau layanan tertentu, disebagian media biasanya ditolak.

Catatan:
Umumnya media massa cetak di Indonesia baik koran atau majalah alamat email untuk surat pembaca sama dg alamat email untuk mengirim tulisan. Anda bisa melihat daftar emailnya di link di bawah. Untuk media massa cetak Indonesia lihat di sini

Sedangkan di media berbahasa Inggris luar negeri, email untuk mengirim Surat Pembaca dan artikel op-ed berbeda. (more…)

Tags: , ,

30 Jun 08

Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?

oleh : Nilna Iqbal - PustakaNilna.com

Desember 2006 lalu, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams meluncurkan sebuah buku yang menghebohkan dunia. Ia jadi bahan pembicaraan di ratusan seminar dan diulas berbagai media massa dunia. Buku itu berjudul Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything.

Dalam buku itu, Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran institusi bisnis maupun sosial akan semakin berkurang dan mendapat tantangan besar dari para individu yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tapscott memberi contoh, bagaimana sebuah institusi bisnis bisa diselamatkan oleh sejumlah individu. Perusahaan tambang GoldCorp yang berbasis di Kanada, misalnya, kehilangan akal untuk menafsirkan peta potensi tambang emas yang mereka miliki sejak 1948. Litbang GoldCorp yang terdiri dari para geolog ulung, menyerah kalah ketika diminta menghitung potensi emas, maupun mencari metoda eksploitasinya.

Perusahaan ini nyaris bangkrut hingga pada suatu hari sang CEO mengundang rapat internal penting yang mengubah masa depan perusahaan secara drastis. Rob McEwen, sang CEO, terinspirasi oleh Linus Thorvald (pencipta sistem terbuka Linux), mengumumkan kepada seluruh ahli geologinya untuk menggali semua informasi ladang mereka sejak 1948 dan menyebarkannya secara bebas melalui Internet. Tujuannya: mendapatkan masukan dari ahli geologi dunia mengenai identifikasi ladang-ladang produktif dengan kompensasi imbalan menarik.

Ini sebuah fenomena dahsyat, (more…)

Tags: , ,

Blog Link: Pustaka Nilna | Internet Bisnis | Sekolah Menulis | Family Writing | Internet Marketing | Internet Money | Jurnal Profesi
Tips & Article | Dunia Parenting | Pendidikan Rumah | Jurnalistik | Interesting Facts | Keynote Speaker | Shopping